Pada Intinya :

1. Situasi geopolitik yang kembali memanas membuat pasar khawatir terhadap pasokan energi global. Di sisi lain, persediaan minyak dunia yang terus menipis turut memperbesar potensi kenaikan harga dalam beberapa waktu ke depan

2. Dengan software akuntansi Accurate Online, pelaku usaha dapat lebih mudah mengontrol biaya operasional, membuat laporan keuangan otomatis, serta mengambil keputusan bisnis berdasarkan data yang akurat

Kenaikan harga minyak dunia kembali menjadi perhatian pasar internasional. Pada perdagangan Senin (18/5), harga minyak mentah melonjak lebih dari 2 persen setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman keras kepada Iran terkait kebuntuan perundingan nuklir.

Situasi geopolitik yang kembali memanas membuat pasar khawatir terhadap pasokan energi global. Di sisi lain, persediaan minyak dunia yang terus menipis turut memperbesar potensi kenaikan harga dalam beberapa waktu ke depan.

Harga Minyak Brent dan WTI Kompak Menguat

Lonjakan harga minyak terjadi cukup signifikan di pasar global. Mengutip laporan Oilprice, kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 2,32 persen menjadi US$111,64 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat melonjak 2,85 persen menjadi US$108,30 per barel.

Kenaikan ini menunjukkan bahwa pasar energi global sedang berada dalam kondisi sensitif terhadap perkembangan geopolitik dunia, khususnya di kawasan Timur Tengah.

1. Ancaman Trump ke Iran Picu Kepanikan Pasar

Dalam unggahan di platform Truth Social, Donald Trump memperingatkan Iran agar segera mengambil langkah terkait negosiasi damai yang masih mengalami kebuntuan.

Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap kemungkinan meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran, terutama terkait pembukaan kembali jalur perdagangan di Selat Hormuz.

Baca Juga : BKN Kawal Rekrutmen SDM Kopdes Merah Putih Secara Transparan, Pengelolaan Keuangan Koperasi Perlu Dukungan Sistem Digital

Baca Juga :  Akhiri Kesalahan Rekap Penjualan, Upgrade Pakai Accurate Online Sekarang Juga!

2. Selat Hormuz Jadi Jalur Strategis Dunia

Selat Hormuz merupakan jalur penting yang dilalui hampir seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Ketika akses di wilayah tersebut terganggu, pasar energi global langsung memberikan respons berupa kenaikan harga minyak.

Meski sempat terjadi gencatan senjata pada April lalu, ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat masih belum mereda. Iran disebut masih menutup sebagian jalur perairan Hormuz, sementara Amerika Serikat terus melakukan blokade terhadap pelabuhan Iran.

Persediaan Minyak Dunia Semakin Menipis

Badan Energi Internasional atau IEA dalam laporan bulanannya memperingatkan bahwa persediaan minyak global terus mengalami penyusutan dalam laju yang cukup cepat.

Menurut IEA, kondisi tersebut dapat menjadi pemicu lonjakan harga minyak yang lebih tinggi apabila gangguan distribusi masih terus berlangsung.

1. Cadangan Minyak Berpotensi Sentuh Titik Terendah

Bank Swiss UBS memperkirakan cadangan minyak dunia dapat mendekati titik terendah sepanjang sejarah, yakni sekitar 7,6 miliar barel pada akhir Mei apabila tingkat permintaan global tetap stabil.

Situasi ini membuat pasar semakin waspada terhadap potensi krisis pasokan energi dunia.

2. Dampak Kenaikan Harga Minyak bagi Dunia Usaha

Kenaikan harga minyak global tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga memengaruhi biaya operasional berbagai jenis bisnis. Harga distribusi, logistik, bahan bakar, hingga biaya produksi berpotensi ikut meningkat.

Bagi pelaku usaha, kondisi ekonomi global seperti ini menjadi pengingat penting untuk menjaga efisiensi dan kestabilan keuangan bisnis.

Pentingnya Pengelolaan Keuangan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu, perusahaan perlu memiliki sistem pengelolaan keuangan yang mampu memantau pengeluaran dan arus kas secara real time.

Dengan software akuntansi Accurate Online, pelaku usaha dapat lebih mudah mengontrol biaya operasional, membuat laporan keuangan otomatis, serta mengambil keputusan bisnis berdasarkan data yang akurat.

Baca Juga :  Margin Laba, Cara Mudah Menjaga Keuntungan Bisnis dan Hitungannya dengan Accurate Online

1. Membantu Monitoring Pengeluaran Bisnis

Accurate Online membantu perusahaan memantau seluruh pengeluaran operasional secara lebih terstruktur sehingga risiko pemborosan dapat diminimalkan.

2. Mempermudah Pengambilan Keputusan Bisnis

Data keuangan yang tersaji secara real time membuat pemilik usaha dapat mengambil keputusan lebih cepat di tengah perubahan kondisi ekonomi global.

Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kembali mengguncang pasar energi global. Ancaman Donald Trump terhadap Iran serta menipisnya persediaan minyak dunia menjadi faktor utama yang mendorong harga minyak melonjak di atas US$111 per barel.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan biaya operasional berbagai sektor usaha. Oleh karena itu, bisnis perlu memiliki sistem pengelolaan keuangan yang rapi dan efisien agar tetap stabil menghadapi dinamika ekonomi dunia.

Pencatatan.id Mitra resmi penjualan Accurate