Pada Intinya :

1. Harga Bitcoin kembali menjadi perhatian investor setelah mengalami penguatan di tengah perubahan kebijakan moneter global. Berdasarkan data pada 17 September 2026, harga Bitcoin berada di kisaran US$76.442 atau sekitar Rp1,35 miliar dengan asumsi kurs Rp17.749 per dolar AS

2. Accurate Online dapat membantu bisnis mencatat transaksi, mengelola pemasukan dan pengeluaran, serta menghasilkan laporan keuangan secara lebih terstruktur. Dengan data keuangan yang rapi, pemilik bisnis dapat lebih mudah memahami kondisi usaha dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tersedia

Harga Bitcoin kembali menjadi perhatian investor setelah mengalami penguatan di tengah perubahan kebijakan moneter global. Berdasarkan data pada 17 September 2026, harga Bitcoin berada di kisaran US$76.442 atau sekitar Rp1,35 miliar dengan asumsi kurs Rp17.749 per dolar AS.

Kenaikan harga tersebut membuat sebagian investor, khususnya pemula, mulai mempertimbangkan apakah sekarang masih menjadi waktu yang tepat untuk membeli Bitcoin. Namun, tingginya volatilitas aset kripto membuat keputusan investasi perlu dilakukan dengan perhitungan yang matang.

Jangan Terburu-buru Membeli Bitcoin

Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan investor pemula adalah tidak mengambil keputusan hanya karena takut tertinggal atau FOMO (fear of missing out).

Perencana keuangan Aidil Akbar Madjid menyarankan investor pemula tidak mencoba menebak titik harga tertinggi atau terendah. Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah Dollar Cost Averaging (DCA), yaitu membeli aset secara bertahap dengan nominal dan periode yang telah ditentukan.

Strategi tersebut dapat membantu investor menghindari keputusan pembelian dalam jumlah besar hanya karena melihat harga sedang naik.

Baca Juga : Cash Flow Bisnis: Cara Mengelola Arus Kas agar Tidak Tersendat

1. Gunakan Uang Dingin

Dana investasi sebaiknya berasal dari uang yang memang tidak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Investor juga tidak disarankan menggunakan uang hasil utang untuk membeli Bitcoin.

Baca Juga :  Tutorial Membaca Fitur Log Aktivitas Jurnal di Accurate Online

Sebelum berinvestasi, kebutuhan rutin, cicilan, serta dana darurat perlu dipastikan aman terlebih dahulu.

2. Perhatikan Kondisi Keuangan

Kondisi keuangan menjadi fondasi penting sebelum masuk ke aset dengan risiko tinggi. Arus kas sebaiknya sehat, utang konsumtif berbunga tinggi sudah terkendali, dan dana darurat telah tersedia sesuai kebutuhan.

Dengan fondasi keuangan yang kuat, investor memiliki ruang lebih besar untuk menghadapi kemungkinan penurunan harga Bitcoin.

3. Sesuaikan dengan Profil Risiko

Bitcoin dikenal memiliki volatilitas yang tinggi sehingga investor perlu memahami kemampuan dirinya dalam menghadapi penurunan harga. Diversifikasi ke instrumen lain seperti saham, obligasi, reksa dana, emas, atau instrumen lainnya juga dapat dipertimbangkan untuk mengelola risiko portofolio.

Kelola Keuangan dengan Lebih Teratur

Memahami risiko investasi tidak cukup tanpa mengetahui kondisi keuangan secara keseluruhan. Arus kas, pemasukan, pengeluaran, aset, dan kewajiban perlu dicatat agar keputusan keuangan dapat dibuat berdasarkan data yang jelas.

Bagi bisnis, pengelolaan keuangan yang teratur juga membantu pemilik usaha mengetahui kondisi cash flow sebelum menentukan penggunaan dana untuk kebutuhan lainnya.

Accurate Online dapat membantu bisnis mencatat transaksi, mengelola pemasukan dan pengeluaran, serta menghasilkan laporan keuangan secara lebih terstruktur. Dengan data keuangan yang rapi, pemilik bisnis dapat lebih mudah memahami kondisi usaha dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tersedia.

Pada akhirnya, baik dalam investasi maupun bisnis, keputusan sebaiknya tidak hanya mengikuti tren. Memahami kondisi keuangan dan mengambil keputusan berdasarkan data menjadi bagian penting untuk menjaga kesehatan keuangan dalam jangka panjang.

Pencatatan.id Mitra resmi penjualan Accurate Online